Bungkus Rokok Diseragamkan Dinilai Tak Akan Efektif, Pengamat Usul Perokok Tak Ditanggung BPJS
“Orang nggak diapa-apain. Dilarang tapi enggak diapa-apain. Terus gimana? Anda bilang jangan mencuri, tapi Anda mencuri dan tidak diapa-apain, kan terus mencuri kan?,” ujar Agus.
Agus mengusulkan langkah yang lebih tegas, salah satunya dengan mencabut perlindungan jaminan kesehatan bagi perokok. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi lebih efektif dibandingkan sekadar mengubah tampilan kemasan rokok.
“Yang paling efektif sebenarnya kalau perokok tidak dicover oleh BPJS, itu aja. Baru pada berhenti, kalau sekarang mau pakai cara apa aja percuma. Kan pemerintah masih memerlukan pajak dan cukainya,” ujarnya.
Selain itu, Agus juga mengusulkan penerapan denda bagi perokok. Dia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi instrumen pengendalian konsumsi rokok sekaligus menambah pemasukan negara apabila hasil denda disetorkan ke kas negara.
“Kecuali orang merokok didenda. Nah, kalau mau yang merokok didenda. Tapi denda bayarnya masuk kas negara bisa enggak?,” katanya.