Bungkus Rokok Diseragamkan Dinilai Tak Akan Efektif, Pengamat Usul Perokok Tak Ditanggung BPJS

Niko Prayoga
Pengamat menyarankan langkah lebih tegas, salah satunya dengan mencabut perlindungan jaminan kesehatan alias BPJS Kesehatan bagi perokok. (Foto: Dok)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana akan menyeragamkan warna kemasan rokok tembakau dan rokok elektronik. Namun, sejumlah kalangan menilai kebijakan itu tidak akan efektif menekan jumlah perokok maupun mengurangi daya tarik produk tersebut.

Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group sekaligus pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, menilai kebijakan tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan, termasuk bagi anak-anak dan remaja yang menjadi sasaran utama upaya pengendalian konsumsi rokok.

“Nggak akan pengaruh, nggak ada pengaruh,” kata Agus saat dihubungi iNews Media Group, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada desain atau warna kemasan rokok. Agus menilai pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang memberikan konsekuensi nyata kepada perokok apabila ingin menurunkan angka konsumsi rokok di Indonesia.

Dia mencontohkan, larangan tanpa adanya sanksi tidak akan efektif mengubah perilaku masyarakat. Karena itu, penyeragaman kemasan dinilai tidak akan memberikan dampak langsung terhadap jumlah perokok.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
14 hari lalu

Dirut BPJS Kesehatan Ungkap Kerugian Fraud Turun Jadi Rp6 Triliun

21 hari lalu

MNC Bank Dukung Program JKN lewat Kemitraan CSR BPJS Kesehatan

24 hari lalu

Warning! 400 Ribu Anak Muda Indonesia Sakit Diabetes

24 hari lalu

Mengejutkan! 1 Juta Lebih Peserta BPJS Kesehatan Terdiagnosis Hipertensi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal