Setelah rekening, ATM, dan M-BCA selesai dibuat, Jainun diminta untuk mengirimkan seluruhnya kepada HB melalui jasa pengiriman pos. Sebagai imbalan, Jainun dijanjikan dan menerima uang jajan dengan kisaran Rp600.000 per bulan selama kurang lebih satu tahun pertama.
Memasuki 2025, HB yang kini berstatus DPO kembali menghubungi Jainun melalui WhatsApp untuk meminta dibuatkan token BCA.
Untuk keperluan pembuatan token BCA, HB mengirimkan kembali kartu ATM dan buku rekening BCA milik Jainun. Setelah token BCA berhasil dibuat, Jainun kembali mengirimkan token, buku rekening, dan ATM tersebut kepada HB di Malaysia melalui jasa pos.
Setelah proses pembuatan Token tersebut, Jainun kembali menerima uang dari HB dari Rp600.000 menjadi Rp1 juta setiap bulan.
Berdasarkan analisis rekening koran periode Desember 2018 hingga Januari 2026, tercatat perputaran dana sebesar Rp211,2 miliar, dengan total dana masuk dan keluar masing-masing sekitar Rp105,6 miliar.