Bank Dunia Sebut Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Tekanan Harga Energi Global

Tim iNews
Ilustrasi perekonomian (dok. ilustrasi)

Tak hanya itu, kebijakan pemerintah dalam menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi juga dinilai efektif dalam meredam dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi domestik.

Penilaian ini didasarkan pada simulasi empiris Bank Dunia mengenai dampak kenaikan harga minyak dunia sebesar USD 20 per barel terhadap inflasi di negara-negara kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Hasilnya, inflasi di Thailand diperkirakan mencapai 0,67 persen dan Filipina 0,62 persen dalam enam bulan ke depan jika harga minyak naik USD 20 per barel. Sementara itu, Indonesia diproyeksikan mengalami dampak inflasi yang lebih moderat, mendekati China sebesar 0,22 persen.

"Indonesia menunjukkan respons inflasi yang moderat, yang sebagian disebabkan oleh subsidi domestik dan mekanisme harga yang diatur pemerintah, sehingga melindungi konsumen dari tekanan harga energi," kata Bank Dunia.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Melemah, Ichsanuddin Noorsy Pertanyakan Klaim Fundamental Ekonomi Kuat

57 tahun lalu

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Budiman Sudjatmiko Soroti Peluang Ekspor

57 tahun lalu

Ekonomi RI Tumbuh Kuat 5,61 Persen, Gubernur Lemhannas Minta Jaga Tren Positif

57 tahun lalu

Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: 3 Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal