"Apa itu diburu? Orang udah selesai aksi, masih ada odol untuk menghalangi gas air mata (sedang) makan ditangkap. Ada orang baru mau aksi, turun dari rel kereta ditangkap. Ada orang mau menuju rumah ditangkap, itu diburu. Jadi kalau dikatakan tidak represif, gimana?" ujarnya.
Dia menyebut, jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan masa pemerintahan Joko Widodo. Menurutnya, pemerintah tidak mampu merespons kritik yang disampaikan masyarakat secara memadai.
"Mereka itu kan kritik ya, kalau dalam hak asasi manusia, ada orang yang aksi dan mau melakukan kekerasan dia dibubarkan, bukan dipukul dan ditangkap," tuturnya.