Pertama, Ganjar adalah sosok Presiden Rakyat. "Di mata saya, mas Ganjar itu sosok yang bisa dekat dengan rakyat. Sedangkan Prof Mahfud itu Pendekar Hukum. Sosok yang berintegritas, sosok pembela rakyat," kata Arsjad.
Dia mengungkapkan, kehidupan Ganjar-Mahfud hingga berada di posisi sekarang ini juga melalui proses panjang.
"Kehidupan mereka paling relate dengan kebanyakan rakyat Indonesia. Pemimpin yang lahir dari rakyat biasa, bukan dari elite. Mas Ganjar anak seorang polisi berpangkat rendah, lalu Prof Mahfud anak seorang pegawai kecamatan. Keduanya merintis karier dari nol hingga menjadi orang hebat seperti sekarang," ungkap Arsjad.
Kedua, Ganjar-Mahfud mempunyai rekam jejak yang jelas, baik di eksekutif maupun legislatif. Ganjar tercatat dua periode menjadi anggota DPR RI, pada tahun 2004–2009 dan 2009–2013. Selain itu, Ganjar juga dipercayakan sebagai Gubernur Jawa Tengah selama 10 tahun, yaitu pada tahun 2013-2018 dan 2018-2023.
"Mas Ganjar dibilang gak punya prestasi? Coba cek datanya dulu. Ada SMK gratis, ada trans Jateng, pemberdayaan UMKM naik 2 kali lipat," kata Arsjad.
Sementara itu, Mahfud juga mempunyai pengalaman mentereng di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ia dikenal sebagai tokoh berintegritas.
"Jangan macam-macam sama hukum, semua diberantas Prof Mahfud dengan tegas," katanya.