Dia menjelaskan, Indonesia harus menjadi negara maju sesuai visi besar indonesia emas pada 2045. Apalagi puncak bonus demografi Indonesia juga makin dekat, yaitu di tahun 2030.
"Kalau Enggak gercep, menangkap momentum, melakukan sesuatu, risikonya besar sekali. Kita bisa mundur jauh," ujar Arsjad.
Dia memutuskan untuk menerima kepercayaan menjadi Ketua TPN Ganjar-Mahfud karena tak ingin tinggal diam.
"Kalau pakai analogi main bola, saya nggak mau duduk di pinggir lapangan. Saya ingin berkontribusi secara langsung dan mendukung penuh Mas Ganjar dan Prof Mahfud sebagai Capres dan Cawapres di Pemilu 2024,” kata dia.
Arsjad kemudian menjelaskan memiliki 3 alasan yang membuatnya memilih mendukung pasangan Ganjar-Mahfud.