"Personal okay, rekam jejak okay. Rugi dong kalau gak dicoblos. Jadi mari yuk, pilih Yang "Mahfud akal" supaya kita di-Ganjar presiden rakyat, presiden yang pasti lebih baik," kata Arsjad.
Arsjad mengaku sempat disebut gila karena mendukung pasangan calon yang tidak diusung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Saya dibilang gila. Arsjad, are you crazy? Ini fakta. Begitu komen teman-teman dekat saya saat mendengar saya menjadi Ketua TPN Ganjar-Mahfud," ujar Arsjad.
Dia mengakui keputusannya mendukung Ganjar-Mafhud mungkin merupakan keputusan yang gila bagi sebagian orang. Ada yang menyampaikan bahwa Arsjad lebih baik tenang-tenang saja menjadi pengusaha.
"Ngapain? Udah enak-enak jadi pengusaha malah ikut proses politik. Mendingan cari aman dan sebagainya. But, I would be crazy if I did'nt do this," ungkap Arsjaf.