Tidak disangka, Agresi Militer Belanda 1 menuai banyak kecaman dari banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Sebab dikhawatirkan terjadinya kekacauan politik, militer dan ekonomi yang berpotensi muncul akibat dari agresi militer tersebut.
Agresi Militer Belanda 1 dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal Johannes van Mook. Ia memimpin agresi militer tersebut pada 21 Juli-5 Agustus 1947. Awalnya agresi ini dimulai dari masuknya pasukan sekutu yang diboncengi NICA (Netherlands Indies Civil Administration) melalui Sabang, Aceh pada 23 Agustus 1945.
Korps Speciale Troepen (KST) atau pasukan khusus diterjunkan sebanyak dua pasukan oleh Belanda di bawah pimpinan Kapten Westerling dan Pasukan Para I di bawah Kapten C Sisselaar.
Melihat hal itu Indonesia tidak tinggal diam. Pemerintahan Indonesia melapor kepada PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait agresi militer yang dilakukan oleh Belanda.
Pada akhirnya Belanda dan Indonesia sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Hal itu dilakukan setelah Belanda menerima resolusi Dewan Keamanan PBB pada 15 Agustus 1947.
Demikian ulasan mengenai Agresi Militer Belanda 1: Latar belakang, sejarah, isi, dan kronologi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca setia iNews.id di mana pun berada.