Setelah harta disimpan, Belanda justru tidak memiliki kesempatan untuk kembali ke gunung Salak dan mencari harta tersebut. Hingga kini, tidak ada yang mengetahui lokasi persis penyimpanan harta milik penjajah Belanda di gunung Salak.
Sebelum akhirnya VOC bangkrut karena korupsi yang dilakukan oleh pegawainya, terdapat beberapa harta yang disimpan. Konon, harta tersebut disembunyikan di sekitar Jakarta.
Lokasi pastinya tidak diketahui, tetapi banyak yang meyakini keberadaannya di Pulau Onrust. Sayangnya, harta milik VOC itu masih menjadi peta harta karun yang belum terpecahkan di Indonesia sampai sekarang.
Di tahun 1511, kapal yang dimiliki Kerajaan Portugal, kapal Flor de La Mar dikabarkan karam karena dihantam badai di perairan Indonesia. Di dalam kapal yang memiliki panjang 35,8 meter, tinggi 33,8 meter dan berat 400 ton itu, terdapat barang berharga hasil rampasan Portugal.
Beberapa orang sempat mencoba menemukannya pada tahun 1989. Sayangnya, harta karun tersebut masih belum diketahui keberadaannya sampai saat ini.