Berdasarkan informasi dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, Sutomo lahir di Surabaya pada tanggal 3 Oktober 1920.
Dia memiliki berbagai pekerjaan, mulai dari staf perusahaan swasta, pegawai pajak pemerintah, pegawai perusahaan ekspor-impor Belanda, polisi di kota Praja, anggota Sarekat Islam, hingga menjadi distributor perusahaan mesin jahit.
Sutomo juga aktif sebagai jurnalis, yang kemudian membawanya menjadi salah satu anggota kelompok politik dan sosial. Dia bergabung dengan Gerakan Rakyat Baru pada tahun 1944.
Saat itu Sutomo menggunakan siaran untuk membakar semangat masyarakat Surabaya yang tengah menghadapi serangan dari pihak sekutu tak begitu lama semenjak Indonesia merdeka.
Kata-kata yang disampaikan oleh Sutomo mampu menginspirasi rakyat untuk bertahan demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.