21. Manakah pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam paragraf ke-2?
A. Mengapa pendidikan karakter merupakan pendidikan budi pekerti?
B. Mengapa kecerdasan emosi penting dalam mempersiapkan masa depan?
C. Bagaimana pendidikan karakter yang sistematis dan berkelanjutan?
D. Bagaimana pendapat Lickona tentang aspek pendidikan karakter?
E. Siapa yang mengemukakan sembilan pilar karakter berasal dari nilai luhur universal?
Jawaban: D. Bagaimana pendapat Lickona tentang aspek pendidikan karakter?
22. Apa perbedaan gagasan antar paragraf dalam teks tersebut?
A. Paragraf pertama memaparkan pendidikan karakter secara umum, sedangkan paragraf kedua memaparkan pendidikan karakter secara khusus
B. Paragraf pertama memaparkan konsep pendidikan karakter, sedangkan paragraf kedua memaparkan unsur pendidikan karakter
C. Paragraf pertama memaparkan konsep pendidikan secara umum, sedangkan paragraf kedua memaparkan tujuan pendidikan secara khusus
D. Paragraf pertama memaparkan konsep pendidikan secara umum, sedangkan paragraf kedua memaparkan konsep pendidikan karakter
E. Paragraf pertama memaparkan pendidikan secara umum, sedangkan paragraf kedua memaparkan pendidikan karakter
Jawaban: D. Paragraf pertama memaparkan konsep pendidikan secara umum, sedangkan paragraf kedua memaparkan konsep pendidikan karakter
23. Apa kelemahan teks tersebut?
A. Tidak ada hubungan antara penjelasan kecerdasan emosi (kalimat 9) dengan sembilan pilar karakter (kalimat 10)
B. Plus pada pendidikan budi pekerti (kalimat 6) tidak dijelaskan secara rinci pada bagian berikutnya
C. Penjelasan tentang pendidikan sebagai sarana transfer ilmu (kalimat 3) bertentangan dengan konsep pendidikan (kalimat 2)
D. Tidak ada hubungan antara ketiga aspek yang dimaksud Lickona (kalimat 7) dengan nilai plus pada pendidikan budi pekerti (kalimat 6)
E. Penjelasan tentang kecerdasan emosi (kalimat 8) tidak berkaitan dengan pendidikan karakter (kalimat 7)
Jawaban: A. Tidak ada hubungan antara penjelasan kecerdasan emosi (kalimat 9) dengan sembilan pilar karakter (kalimat 10)