Setiap seekor serumpuk pun,
Tidak gak bisa menggigit
Si anak kecil itu
Oh…Ibu…
Kaulah seorang yang ku cintai
Kaulah seorang yang ku sayangi
Walaupun seluas samudra
Aku tidak bisa membalas budi mu
Ibu di kursi berdoa
Dari jendela datangnya
Ketika sore sendiri
Menulis di meja kayu jati
Berjatuhan cahaya-cahaya
Dari kerudung, kain dan selopnya
“Kau tetap melihat jam
Sampai ukuran-ukuran yang dalam
Sampai ke dentang-dentang?
Masihkah kau membaca
Mengusap huruf-huruf di saat tidur
Kau tetap mendengar suara laut?”
Biarkan sekali ini ku berbisik
Alangkah indahnya hariku denganmu
Kala arunika menyerbak di kelopak mataku saat pertama kalinya…
Kau buai dengan tangan halus dan air mata bahagia
Sesuatu yang indah dari anugerah-Nya
Kini langkah tak terasa…
Telah ada suara yang berbeda dari suara tangis itu…
Telah ada beban yang berbeda dari sekadar pangkuanmu dulu…
Dan telah ada pelukan hangat ketika kau sedang sendu…