Dari seluruh aktivitas tersebut, estimasi total pengeluaran di destinasi prioritas dan regeneratif mencapai lebih dari Rp12,27 triliun atau sekitar 61,8 persen dari total pengeluaran sektor pariwisata nasional.
Menurut Ni Luh, momentum Lebaran tidak lagi sekadar tradisi tahunan, melainkan telah menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional.
"Ke depan, momentum ini akan terus dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan destinasi, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pemerataan ekonomi melalui sektor pariwisata," ujarnya.