Tak hanya itu, pergerakan wisatawan ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) juga mengalami peningkatan sebesar 13,74 persen menjadi 6,66 juta perjalanan. Sementara itu, tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni 24,63 persen menjadi 6,1 juta perjalanan.
Ni Luh menyebut peningkatan terbesar terjadi di Raja Ampat dengan kenaikan 19,9 persen untuk DPP, serta Kepulauan Riau yang melonjak hingga 125,5 persen untuk kategori DPR.
Dari seluruh aktivitas tersebut, estimasi total pengeluaran di destinasi prioritas dan regeneratif mencapai lebih dari Rp12,27 triliun atau sekitar 61,8 persen dari total pengeluaran sektor pariwisata nasional.
Menurut Ni Luh, momentum Lebaran tidak lagi sekadar tradisi tahunan, melainkan telah menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional.
"Ke depan, momentum ini akan terus dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan destinasi, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pemerataan ekonomi melalui sektor pariwisata," ujarnya.