JAKARTA, iNews.id – Momentum mudik dan libur Lebaran 2026 membawa dampak besar terhadap sektor pariwisata nasional. Tercatat, sekitar 17,27 juta orang memanfaatkan momen libur Idulfitri 1447 H untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di dalam negeri.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengungkapkan angka tersebut setara dengan sekitar 12 persen dari total pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun ini yang mencapai 147,55 juta orang. Jumlah ini meningkat 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Ini menunjukkan minat masyarakat untuk berwisata saat Lebaran terus meningkat. Namun data riil masih menunggu rilis resmi dari BPS," ujar Ni Luh dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/4/2026).
Lonjakan wisatawan ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata. Total pengeluaran masyarakat untuk kegiatan wisata selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai Rp19,86 triliun, melonjak signifikan dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp11,04 triliun.
Meski demikian, rata-rata pengeluaran per individu dan keluarga justru mengalami sedikit penurunan. Pengeluaran per keluarga tercatat turun dari Rp4,95 juta menjadi Rp3,78 juta, sementara per orang dari Rp1,2 juta menjadi Rp1,15 juta.
Kondisi ini dinilai bukan sebagai pelemahan daya beli, melainkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih efisien dan berorientasi pada pengalaman.