Wartawan Dihalangi Masuk Gedung oleh Sekuriti, Ini Klarifikasi Kejari Tangsel 

Hasan Kurniawan
Ilustrasi (Foto : Istimewa)


Kedatangan Danang ke Kejari Tangsel untuk meliput kegiatan serah terima jabatan Kepala Kejari Tangsel yang baru saja dilangsungkan pada siangnya dan dilanjutkan dengan acara lepas sambut pada malamnya, di Kejari Tangsel.

Karena tetap tidak diperbolehkan masuk, Danang pun menunggu di depan gerbang seorang diri, sambil melihat siapa saja pejabat di lingkungan Pemkot Tangsel yang datang. Sehari-hari, Danang memang meliput di Pemkot Tangsel.  

"Sambil menunggu itu, saya mengambil sejumlah foto situasi di kejaksaan. Saya menunggu hingga pukul 23.15 WIB. Saat itu hujan sudah mulai turun dan tamu undangan dari Pemkot Tangsel sudah mulai pulang," katanya.

Saat pintu gerbang dibuka untuk mobil yang melintas, Danang yang mulai kebasahan masuk ke dalam Kejari Tangsel. 

"Baru sekitar 5 meter dari gerbang pintu keluar, langkah kaki saya terhenti. Sejumlah petugas keamanan dari arah pos berteriak sambil berlari dan langsung dengan cara yang tidak pantas mereka memperlakukan saya," ujarnya. 

Danang mengaku ditarik dan dipiting. Dia bahkan digiring ke Polres Tangsel yang letaknya bersebelahan dengan Kejari.

Tidak hanya itu, telepon genggam Danang juga dirampas. Semua file potonya dihapus oleh petugas Kejari Tangsel.

Di tengah guyuran hujan deras tengah malam itu, akhirnya Danang dilepas dan pulang basah-basahan dengan sepeda motornya. Baru beberapa hari kemudian, Danang memberanikan diri menceritakan pengalaman pahitnya ini. 

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Tangsel, Ryan Anugrah memiliki versi sendiri. Menurutnya, tidak benar dugaan Kejari Tangsel mengintimidasi dan melakukan kekerasan terhadap wartawan yang meliput. 

"Tadi aku udah telpon, jadi gak gitu bahasanya, gak pas. Jadi gini, hari Jumat, kami Sertijab Kejari di Serang. Kemudian malamnya pisah sambut di kantor. Tapi terbatas undangan, prokes, dan tertutup," katanya, kepada MNC.  

Para pegawai pun tidak boleh mengikuti kegiatan itu. Termasuk dirinya hanya berada di bawah dan ikut menunggu sampai acara selesai. 

Di tengah kegiatan itu, Danang datang seorang diri hendak meliput. 

"Saya tanya wartawan dari mana? Saya tanya ID cardnya, tapi gak bisa kasih tahu. Gerbang ditutup semua. Tetapi dia bilang ada temannya Kasi Pidum. Sekuriti bingung, kok beda-beda jawabnya dan gak punya kartu pers," ujarnya. 

Sejumlah jaksa yang mengetahui hal itu pun sempat mendatangi Danang dan mengajaknya ngopi di pos, tetapi saat itu Danang menolak. Sebaliknya, dia malah menggerundel sendiri dan tidur-tiduran di trotoar jalan. 

"Dia malah ngerundel sendiri, tiduran di trotoar, kan kita gak enak mas. Kita saja gak masuk. Lalu hujan, kan gerbang depan kita buka, dia lari masuk. Lalu ditarik sekuriti. Karena gak jelas kepentingannya apa," kata Ryan. 

Menurutnya, sekuriti hanya melaksanakan perintah mengamankan kantor dan Danang yang katanya menerobos masuk. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
6 hari lalu

Polda Metro dan Kejari Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo

1 bulan lalu

Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit

2 bulan lalu

SWSI Kecam Israel Tangkap Jurnalis RI, Desak Pemerintah Gunakan Seluruh Jalur Diplomatik Bebaskan WNI

5 bulan lalu

Dewan Pers dan Organisasi Wartawan Desak Pemerintah Ubah Perpres 32/2024 Jadi UU

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal