“Dan selang sekitar 20 (dua puluh) menit kemudian bahwa orang tuanya datang ditemui oleh Ka SPKT Aiptu Hari Santosa dan disaat ditanya, tidak mau membuat laporan dan kemudian membawa anaknya pulang berikut mobilnya,” ucapnya.
Di sisi lain, polisi juga belum menemukan adanya laporan kecelakaan lalu lintas di Jalan KH Mas Mansyur saat peristiwa terjadi.
“Setelah dilakukan pengecekan pada waktu kejadian untuk lakanya tidak ada Jalan Mas Mansyur,” ucap Dhimas.
Sebelumnya, sebuah mobil Toyota Fortuner menjadi sasaran amukan massa di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Video kejadian itu viral di media sosial dan memperlihatkan warga mengerumuni serta merusak sejumlah bagian kendaraan hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Narasi yang beredar menyebut insiden itu dipicu dugaan tabrak lari. Namun, polisi menyatakan dugaan tersebut masih didalami.
“Pada hari ini Sabtu 06 Juni 2026 jam 16.30 WIB piket Opsnal mendapat laporan dari KSPK melalui 110 bahwa di JL KH Mas Mansyur tepatnya di putaran Bata Pasar Tanah Abang adanya keributan yang terjadi,setelah didalami ternyata didapati mobil sudah dalam keadaan kaca pecah dan body mobil penyok,” kata Dhimas.
“Dugaan masih didalami dan TKP masih dalam penyelidikan,” sambungnya.