"Dari semalam macetnya, antreannya sudah sangat panjang, sama sekali enggak jalan. Tentunya ini sangat mengganggu sekali, mulai dari keselamatan hingga lingkungan jadi bau dan banyak belatung," ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Dia menambahkan, warga mendapat informasi antrean terjadi akibat perbaikan pascalongsor di area TPST Bantargebang.
"Informasinya ada perbaikan karena longsor di TPA Bantargebang, tapi menurut saya harus ada solusi dari DKI. Harapannya ini secepatnya ditangani karena sangat mengganggu, baik keselamatan maupun lingkungan, sangat bau di sini," katanya.
Keluhan juga datang dari para sopir truk sampah yang harus menunggu berjam-jam untuk masuk ke area TPST.
Salah seorang sopir truk sampah, Andri, mengatakan panjang antrean diperkirakan mencapai lebih dari lima kilometer sehingga para pengemudi harus menunggu cukup lama.
"Macetnya ada kali lima kilometer lebih. Harapan kami dipercepatlah, kami antre berjam-jam," katanya.
Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup segera menemukan solusi atas penanganan longsor sampah di zona empat TPST Bantargebang agar antrean truk sampah tidak terus mengular dan mengganggu aktivitas masyarakat.