Kunjungan beruntun dua pemimpin negara besar ke China, yang jarang terjadi, mendapat pujian dari media pemerintah. Kunjungan Trump dan Xi disebut sebagai pengakuan atas kedudukan global China dalam tatanan dunia yang semakin terfragmentasi.
Putin tiba di Beijing pada Selasa (19/5/2026), disambut Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi.
Kunjungan Putin berlangsung saat perdagangan kedua negara membaik setelah mengalami penurunan pada 2024. Perdagangan dua arah meningkat 16,1 persen dalam 4 bulan pertama 2026, dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Perdagangan antara China dan Rusia bernilai 1,63 triliun yuan pada 2025, turun 6,5 persen dari rekor pada 2024 dan menandai penurunan pertama dalam 5 tahun.
Putin mengakui perlunya membalikkan tren penurunan tersebut, sebagai pengakuan atas pentingnya China sebagai jalur ekonomi vital bagi Moskow yang terkena sanksi bertubi-tubi akibat perang di Ukraina.
Sementara itu, Kremlin menyatakan, pada pertemuan kali ini, sekitar 40 dokumen diperkirakan akan ditandatangani dan pernyataan bersama setebal 47 halaman tentang penguatan kemitraan kedua negara akan dirilis.
Putin dan Xi juga diharapkan akan mengadopsi deklarasi bersama tentang pembentukan tatanan dunia multipolar dan jenis hubungan internasional baru.