Rusia Yakin Perang AS-Iran Belum Berakhir: Ada Konflik Baru
MOSKOW, iNews.id - Intelijen Rusia meyakini konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum benar-benar berakhir meski kedua negara telah menyepakati gencatan senjata tanpa batas waktu. Rusia bahkan memperingatkan potensi munculnya konflik baru di kawasan dalam waktu mendatang.
Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) Sergei Naryshkin mengatakan, eskalasi baru masih mungkin terjadi karena perundingan damai antara Washington dan Teheran belum menemukan titik temu.
Menurut dia, situasi saat ini masih sangat rapuh dan berpotensi memicu bentrokan baru meski skalanya tidak sebesar perang sebelumnya.
Naryshkin juga menegaskan AS dan Israel gagal mencapai tujuan utama mereka untuk meraih kemenangan mudah atas Iran dalam perang yang baru saja terjadi. Penilaian intelijen Rusia menyebut Iran tetap mampu mempertahankan kekuatan tempurnya meski menghadapi gempuran besar dari dua kekuatan militer utama dunia.
"Washington dan Tel Aviv mengharapkan kemenangan relatif mudah, tapi itu tidak terjadi. Rakyat Iran, pemerintah, dan angkatan bersenjata Iran telah menunjukkan keberanian dan ketekunan," kata Naryshkin, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (20/5/2026).
Menurut laporan intelijen Rusia, kemampuan pertahanan Iran masih tergolong solid meski menjadi sasaran serangan besar-besaran. Hal itu dinilai membuat target strategis AS dan Israel tidak tercapai sepenuhnya.