“Teman-teman terkasih di Israel, seorang jurnalis Anda memasuki Kota Makkah, tempat yang suci bagi Islam, dan merekam di sana tanpa malu-malu,” ungkap Muhammad Saud, seorang aktivis Saudi yang pro-Israel di Twitter.
“Channel 13 memalukan, karena menyakiti agama Islam seperti itu. Yang Anda lakukan itu kasar,” ujarnya.
Media Saudi, yang dikontrol ketat oleh pemerintah, tidak meliput berita tersebut. Para pejabat di kerajaan itu belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Tamary berada di Jeddah untuk meliput kunjungan Presiden AS Joe Biden pada Jumat (15/7/2022) lalu. Masih belum jelas apakah pihak berwenang Saudi telah menyetujui perjalanannya ke Makkah.
Namun, wartawan Yahudi itu kemudian minta maaf atas liputannya di Makkah. Dia mengaku tidak bermaksud menyinggung umat Islam.
“Jika ada yang tersinggung dengan video ini, saya sangat meminta maaf,” tulisnya dalam bahasa Inggris di Twitter.
“Tujuan dari seluruh upaya ini adalah untuk menunjukkan pentingnya Makkah dan keindahan agama (Islam) ini. Dengan demikian, menumbuhkan lebih banyak toleransi dan inklusi beragama,” ucapnya.