Wapres AS Pence ke Suu Kyi: Penganiayaan Rohingya Tak Bisa Dimaafkan

Nathania Riris Michico
Wakil Presiden AS Mike Pence pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. (Foto: AFP)

AS menuduh militer Myanamr melakukan pembersihan etnis terhadap Rohingya, kelompok minoritas Muslim yang secara luas dicerca di Myanmar yang mayoritas beragama Budha.

Penyidik yang diberi mandat oleh PBB menuduh militer Myanmar melakukan kampanye pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran dengan niat genosida.

Namun, Myanmar menegaskan operasinya di Rakhine merupakan tanggapan yang sah atas serangan terhadap pasukan keamanan oleh gerilyawan Rohingya pada Agustus tahun lalu.

Amnesty International pekan ini menarik penghargaan hak asasi manusia yang paling bergengsi terhadap Suu Kyi. Amnesty International menuduh Suu Kyi mengabadikan pelanggaran hak asasi karena tak mengambil sikap apa pun terkait kekerasan Rohingya.

Setelah dipuji sebagai pemenang dalam perjuangan demokrasi, peraih Hadiah Nobel Perdamaian 1991 itu kehilangan serangkaian penghargaan internasionalnya yang dicabut sebagai sikap bungkamnya terhadap eksodusnya etnis Rohingya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
18 hari lalu

WNI Ditangkap di Turki, Diduga Jual Warga Rohingya ke Luar Negeri

Internasional
29 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua di Tengah Perang Saudara

Internasional
1 bulan lalu

Partai Pro-Militer Unggul dalam Pemilu Myanmar Tahap Pertama, Partisipasi Pemilih Rendah

Internasional
3 bulan lalu

Absen di KTT ASEAN, PM India Modi Tak Suka Trump Singgung Pakistan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal