Rusia mengubah konstitusinya pada tahun lalu atas perintah Putin, yang memungkinkannya mencalonkan diri selama dua periode enam tahun lagi di Kremlin. Amendemen UUD Rusia itu juga membuat Putin berpotensi tetap menjadi kepala negara hingga 2036.
Kremlin saat ini berada pada persimpangan politik yang rumit lantaran hubungannya dengan Barat yang sangat tegang. Sementara itu, ekonomi Rusia yang sangat bergantung pada produksi minyak muncul terpukul akibat pandemi Covid-19. Inflasi di negara itu tinggi, sedangkan nilai tukar rubel lemah. Semua itu menjadi masalah sensitif bagi para pemilih Rusia.
Negara bekas Uni Soviet itu akan mengadakan pemilu legislatif pada September—yang dipandang sebagai jalan kering untuk pemilu presiden 2024. Menjelang pemilihan, pihak berwenang Rusia telah menindak keras kelompok oposisi dan mencap jaringan kritikus Kremlin Alexei Navalny sebagai “ekstremis”.
Putin adalah seorang perwira KGB pada masa Perang Dingin. Dia berkuasa setelah ditunjuk sebagai penjabat presiden pada Desember 1999 oleh pendahulunya, Boris Yeltsin, yang juga presiden pertama Rusia pasca-Soviet.