Vladimir Putin Beri Sinyal Bakal Tunjuk Calon Penggantinya sebagai Presiden Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

Rusia mengubah konstitusinya pada tahun lalu atas perintah Putin, yang memungkinkannya mencalonkan diri selama dua periode enam tahun lagi di Kremlin. Amendemen UUD Rusia itu juga membuat Putin berpotensi tetap menjadi kepala negara hingga 2036.

Kremlin saat ini berada pada persimpangan politik yang rumit lantaran hubungannya dengan Barat yang sangat tegang. Sementara itu, ekonomi Rusia yang sangat bergantung pada produksi minyak muncul terpukul akibat pandemi Covid-19. Inflasi di negara itu tinggi, sedangkan nilai tukar rubel lemah. Semua itu menjadi masalah sensitif bagi para pemilih Rusia.

Negara bekas Uni Soviet itu akan mengadakan pemilu legislatif pada September—yang dipandang sebagai jalan kering untuk pemilu presiden 2024. Menjelang pemilihan, pihak berwenang Rusia telah menindak keras kelompok oposisi dan mencap jaringan kritikus Kremlin Alexei Navalny sebagai “ekstremis”.

Putin adalah seorang perwira KGB pada masa Perang Dingin. Dia berkuasa setelah ditunjuk sebagai penjabat presiden pada Desember 1999 oleh pendahulunya, Boris Yeltsin, yang juga presiden pertama Rusia pasca-Soviet.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal