Terungkap! Netanyahu Bujuk AS Tak Masukkan Lebanon dalam Kesepakatan Gencatan Senjata

Anton Suhartono
Donald Trump pada awalnya setuju memasukkan Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata, namun berubah pikiran setelah berbicara dengan Netanyahu (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada awalnya dilaporkan setuju untuk memasukkan Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Namun tiba-tiba dia berubah pikiran.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi berhasil meyakinkan Trump bahwa Lebanon harus dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata. Pakistan merupakan mediator konflik Iran dan AS.

Stasiun televisi AS CBS News, mengutip sumber pejabat diplomatik di Gedung Putih, melaporkan Trump berubah pendirian setelah melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump pada Selasa (7/4/2026) malam waktu Washington DC mengumumkan gencatan senjata dua arah dengan Iran selama 2 pekan. Namun beberapa jam setelah itu, Rabu (8/4/2026), pasukan Israel menggelar serangan udara besar-besaran ke Lebanon. Jet-jet tempur militer Zionis serta artileri Israel menyerang belasan tarhet permukiman di Lebanon selatan, termasuk Kota Tyre. 

Akibat serangan Israel ke Lebanon, 182 orang tewas di hari itu, dan jumlahnya bertambah menjadi 300 orang lebih pada Jumat (10/4/2026).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Momen Jet-Jet Tempur Pakistan Bentuk Perisai Lindungi Pesawat Delegasi Iran dari Seragan Israel

Internasional
2 jam lalu

Keras! Menhan Pakistan Sebut Israel Terkutuk, Singgung Gaza dan Lebanon

Internasional
3 jam lalu

Ini Alasan AS Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai Konflik dengan Iran, bukan Turki

Internasional
3 jam lalu

AS-Iran Berunding Hari Ini, Trump Bujuk Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal