Iran: Israel Serang Lebanon agar Netanyahu Terhindar dari Sidang Kasus Korupsi

Anton Suhartono
Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk mengabaikan keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin perang di Timur Tengah terus berkobar (Foto: AP)

TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk mengabaikan keinginan Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu yang ingin perang di Timur Tengah terus berkobar. Israel menyerang Lebanon habis-habisan, menewaskan ratusan orang dalam waktu singkat, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.

Padahal, Iran memasukkan Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata. Kini, prospek perdamaian AS-Iran, yang perundingannya berlangsung di Pakistan hari ini, tersandera oleh keputusan Netanyahu menyerang Lebanon.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, dalam poalstingan di media sosial X, Kamis (9/4/2026), menilai salah satu alasan mengapa Netanyahu ngotot melanjutkan perang adalah untuk menghindari kasus hukum yang menjeratnya. Dia duduk di kursi pesakitan atas tuduhan korupsi yang sidangnya telah berlangsung lama.

"Pemberlakuan gencatan senjata di seluruh Timur Tengah, termasuk Lebanon bisa mempercepat pemenjaraan Netanyahu," katanya.

Sidang pidana Netanyahu akan dilanjutkan pada Minggu (12/4/2026), setelah ditunda beberapa pekan terkait kondisi darurat sistem peradilan Israel akibat perang melawan Iran.

Sidang berikutnya dijadwalkan pada pukul 09.30 di Pengadilan Negeri Yerusalem. Proses pengadilan akan kembali ke format reguler, termasuk sesi di Yerusalem pada Minggu dan Pengadilan Negeri Tel Aviv dari Senin hingga Rabu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 jam lalu

Balas Serangan, Iran Gempur Pangkalan AS dan Klaim Hancurkan Pusat AI Serta Depot Drone

12 jam lalu

Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi

13 jam lalu

Brutal! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Personel Hilang

17 jam lalu

Perang AS-Iran Makin Membara, AS Desak Warganya Tak Kunjungi Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal