LONDON, iNews.id - Tentara Israel yang merusak patung Yesus Kristus di Lebanon serta rekannya yang memotret kejadian tersebut dijatuhi hukuman tahanan militer selama sebulan.
Aksi tentara Zionis merusak patung Yesus yang sedang disalib tersebut memicu kecaman global, memaksa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turun tangan untuk ikut mengecamnya.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan kedua tentara dihukum tahanan militer selama 30 hari. Bukan hanya itu, keduanya akan dibebaskan dari tugas tempur.
Selain itu ada enam tentara Israel lainnya yang berada di tempat kejadian namun tidak menghentikan aksi tersebut. Mereka juga diproses hukum secara terpisah.
IDF menyatakan penyelidikan atas insiden tersebut memutuskan, perilaku para tentara sepenuhnya menyimpang dari perintah dan nilai-nilai IDF serta menyatakan penyesalan mendalam atas insiden tersebut.