Berdasarkan ketentuan kesepakatan gencatan senjata, Arbel seharusnya termasuk dalam dua kelompok sandera pertama yang dibebaskan pada 19 Januari dan 25 Januari. Israel menuntut agar warga sipil perempuan dibebaskan terlebih dulu sebelum tentara.
Tampaknya Arbel ditahan oleh Jihad Islam, bukan Hamas sehingga status keberadaannya sempat menjadi misteri.
Seorang pejabat Hamas mengatakan kepada surat kabar The New York Times, Arbel akan dibebaskan sebelum 1 Februari.
Kakak Arbel, Dolev Yehud, juga sempat hilang selama beberapa bulan. Dia diduga ikut diculik bersama Yehud. Namun belakangan diketahui dia tidak pernah sampai ke Gaza.
Pada Juni 2024, otoritas Israel memastikan Dolev tewas setelah jasadnya diidentifikasi di Nir Oz melalui tes DNA.
Israel, Hamas, serta mediator perundingan gencatan senjata, Qatar dan Mesir, pada Minggu (27/1/2025) malam merampungkan resolusi baru untuk membebaskan Arbel serta dua sandera Israel lainnya, yakni pada 7 Februari.
Tiga sandera lainnya akan dibebaskan lebih dulu yakni pada 1 Februari. Sebagai imbalan atas komitmen tersebut, Israel mulai mengizinkan warga Palestina di Gaza yang mengungsi untuk kembali ke wilayah utara.