Klaim ini pun dengan tegas dibantah oleh pihak keluarga dengan mengatakan bahwa putri mereka dalam keadaan sehat ketika ditangkap.
Terkait kasus ini, sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Presiden Ebrahim Raisi mengatakan bahwa akan melakukan penyelidikan terhadap kematian Mahsa Amini.
"Putri Anda seperti putri saya sendiri, dan saya merasa bahwa kejadian ini terjadi pada salah satu orang yang saya cintai," katanya, seperti dilaporkan NPR.
Kematian Mahsa Amini ini kemudian memicu gelombang protes terbesar, setelah yang terjadi pada 2019 silam.
Dalam unjuk rasa yang dilakukan hampir seminggu penuh itu, banyak wanita melepas jilbab sebagai bentuk protes.