Ambisi itu telah mengorbankan nyawa para sandera, tentara, warga sipil tidak bersalah, serta menggerorgoti pasukan cadangan.
Mereka yakin perang yang terus berlanjut di Gaza tak akan bisa memulangkan para sandera, bahkan sebaliknya membahayakan nyawa mereka.
"Seperti ditunjukkan di masa lalu, hanya kesepakatan yang dinegosiasikan yang bisa memastikan memulangkan dengan aman ke Israel mereka yang disandera,” demikian isi petisi, merujuk pada dua kali pertukaran tahanan saat gencatan senjata Israel-Hamas pada November 2023 serta Februari-Maret 2025.
Dalam petisi terpisah, lebih dari 3.000 guru mengungkapkan dalam seruan mereka bahwa desakan penghentian perang bukan untuk menolak wajib militer, melainkan upaya untuk menyelamatkan nyawa.
Hampir 3.000 profesional medis Israel, termasuk tiga peraih Hadiah Nobel, menandatangani petisi lain yang menyerukan pemerintah segera membebaskan sandera di Gaza dengan menghentikan perang.