Rusia Bantah Jadikan Pemerkosaan Perempuan Sipil sebagai Senjata Baru Perang di Ukraina 

Anton Suhartono
Rusia membantah tuduhan pasukannya memerkosa atau melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan sipil Ukraina (Foto: Reuters)

"Kebrutalan yang ditampilkan terhadap warga sipil Ukraina telah menaikkan bendera merah. Kami semakin mendengar tentang pemerkosaan dan kekerasan seksual," katanya.

Kateryna Cherepakha, presiden kelompok hak asasi La Strada-Ukraina, mengatakan kepada Dewan Keamanan melalui konferensi video, pemerkosaan dan kekerasan seksual menjadi senjata baru pasukan Rusia.

"Kami tahu dan melihat, dan kami ingin Anda mendengar suara ini, bahwa kekerasan dan pemerkosaan sekarang digunakan sebagai senjata perang di Ukraina oleh penjajah Rusia di Ukraina," ujarnya.

Senjata Kimia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pesan videonya menyebut Rusia bisa menggunakan senjata kimia di negaranya.  Pernyataannya itu disampaikan menyusul adanya laporan pada Senin soal kemungkinan penggunaan senjata kimia di Kota Mariupol. Namun Zelensky tak mengatakan senjata kimia sudah digunakan.

"Kami memperlakukan ini dengan sangat serius. Saya ingin mengingatkan kepada para pemimpin dunia bahwa kemungkinan penggunaan senjata kimia oleh militer Rusia telah dibahas. Pada saat itu, perlu untuk memberikan reaksi lebih keras dan lebih cepat terhadap agresi Rusia," kata Zelensky.

Dia menegaskan sudah waktunya untuk memberikan sanksi sedemikian rupa terhadap Rusia sehingga tidak akan terdengar kalimat tentang tentang senjata pemusnah massal Rusia. 

"Embargo minyak terhadap Rusia adalah keharusan. Setiap paket sanksi baru terhadap Rusia yang tidak mengincar minyak akan disambut Moskow dengan senyuman," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cetak Sejarah Baru, Kemenag Lantik 15 Perempuan jadi Kepala KUA

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal