Sementara, Hamas telah meminta masyarakat untuk tidak pergi dan menyebut jalan keluar tidak aman. Hamas menyebut, puluhan orang tewas dalam serangan terhadap mobil dan truk yang membawa pengungsi pada hari Jumat.
Israel mengatakan Hamas mencegah orang-orang meninggalkan negaranya untuk menggunakan mereka sebagai tameng hidup, namun hal ini dibantah oleh Hamas.
Di lingkungan Tel Al-Hawa Kota Gaza, pesawat-pesawat tempur mengebom daerah perumahan pada malam hari dan menghantam beberapa rumah, menurut penduduk yang mengungsi di Rumah Sakit Al Quds di dekatnya.
"Kami mengalami malam yang mengerikan. Israel menghukum kami karena tidak ingin meninggalkan rumah kami. Apakah ada kebrutalan yang lebih buruk dari ini?" ujar seorang ayah tiga anak yang menolak menyebut namanya melalui telepon dari rumah sakit.
“Saya tidak akan pernah pergi, saya lebih memilih mati dan tidak pergi, namun saya tidak bisa melihat istri dan anak-anak saya meninggal di depan mata saya,” tuturnya.