Punya Anak Tuli, Keluarga Bhutan Terancam Dideportasi dari Australia

Nathania Riris Michico
Kinley Wangchuck (dua dari kiri) bersama dengan ibunya Jangchu Pelden, bapaknya Tshering dan kakaknya Tenzin Jungney. (FOTO: ABC News/Niki Burnside)

"Australia sudah menjadi rumah bagi kami. Australia adalah rumah kami," katanya.

"Kami sudah tinggal di sini selama tujuh tahun, dan saya tidak bisa membayangkan kembali ke sana (Bhutan), karena kami begitu senang tinggal di sini," tutur Jingchuk.

"Jika kembali, kami harus memulai lagi semuanya dari awal."

Kakak Kinley yang berusia 17 tahun, Tenzin Jungney, adalah murid kelas 11 Sekolah Menengah Queanbeyan dan berharap masuk Australian National University (ANU) untuk jurusan hukum internasional. Dia juga tertarik belajar ilmu kedokteran atau studi internasional.

"Ini sangat menakutkan. Separuh dari hidup saya sudah saya habiskan di Australia. Saya pada dasarnya sudah beradaptasi dengan budaya dan masyarakat Australia," kata Jungney.

"Karena ada perbedaan besar antara masyarakat Australia dan masyarakat Bhutan, perubahan mendadak ini mungkin akan berdampak besar bagi saya."

"Saya ingin mendapat kesempatan untuk tinggal di sini dan menunjukkan bahwa kami bisa berhasil," tambahnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
22 jam lalu

PM Albanese Pulang ke Australia usai Teken Traktat Keamanan Bersama

Nasional
2 hari lalu

RI-Australia Teken Traktat Keamanan, Menlu Sugiono: Bukan Pakta Militer

Nasional
2 hari lalu

Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia

Nasional
2 hari lalu

Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel-Emas di RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal