"Ini pertama kalinya saya disebut pembohong, fanatik, anti-Semit, pengecut, dan plagiator. Ini menyakiti saya," katanya.
Penggunaan kata "Apartheid" dalam judul buku tersebut memicu kontroversi. Namun Carter membela penggunaan kata tersebut dengan mengatakan dia menggunakannya meskipun sadar bahwa itu provokatif.
Di dalam negeri, prestasi pemerintahannya meliputi program energi komprehensif yang dijalankan oleh Departemen Energi; deregulasi dalam energi, transportasi, komunikasi, dan keuangan serta program pendidikan utama di bawah Departemen Pendidikan.