Profil Jimmy Carter Mantan Presiden AS, Tak Gentar Disebut Anti-Semit karena Bela Palestina

Anton Suhartono
Jimmy Carter (Foto: AP)

Perspektif itu ditambah dengan penggunaan kata Apartheid dalam judul Peace Not Apartheid. Para kritikus menyebut penggunaan isilah itu sebagai kesalahan atau keliru, sehingga memicu protes keras dari kalangan pendukung Israel. 

Dalam buku itu Carter berbicara tentang pengalamannya dalam menangani konflik Timur Tengah. 

Beberapa orang menuduh bahwa Carter menganut bias anti-Israel dalam buku tersebut, sementara yang lain mengkritik karya tersebut karena ceroboh, menghilangkan informasi penting, dan karena tidak tepat dalam beberapa hal. Dalam banyak bagian, buku tersebut sangat kritis terhadap perlakuan Israel terhadap warga Palestina.

Namun Carter membela bukunya serta membantah bahwa respons terhadapnya di dunia nyata sangat positif.

Carter, sosok diplomat ulung yang membuatnya meraih Hadiah Nobel Perdamaian pada 2002, mengungkapkan rasa prihatin atas serangan yang ditujukan kepadanya sejak buku tersebut diterbitkan. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal