Profil Jimmy Carter Mantan Presiden AS, Tak Gentar Disebut Anti-Semit karena Bela Palestina

Anton Suhartono
Jimmy Carter (Foto: AP)

Menjadi Presiden AS

Pada 12 Desember 1974, dia mengumumkan pencalonannya sebagai presiden AS hingga memenangkan nominasi dari Denokrat dalam  Konvensi Nasional Demokrat 1976 hingga terpilih sebagai presiden pada 2 November 1976.

Jimmy Carter menjabat sebagai presiden dari 20 Januari 1977 hingga 20 Januari 1981. Prestasi kebijakan luar negeri yang signifikan dari pemerintahannya meliputi perjanjian Terusan Panama, Perjanjian Camp David yang mendamaikan Mesir dan Israel, perjanjian SALT II dengan Uni Soviet, dan pembentukan hubungan diplomatik AS dengan Republik Rakyat China.

Dia juga getol memperjuangkan hak asasi manusia (HAM) di seluruh dunia. 

Carter juga membuat heboh dunia melalui buku berjudul "Palestine Peace Not Apartheid" yang terbit pada 2006.

Buku ini dibuat berdasarkan pembicaraan damai antara Mesir dan Israel yang dia tengahi selama menjabat presiden. Pembicaraan damai itu dilakukan antara pemimpin Israel Menachem Begin serta Anwar Sadat dari Mesir yang menghasilkan perjanjian damai.

Dalam buku ini, Carter berpendapat bahwa kontrol dan pembangunan permukiman Israel yang berkelanjutan telah menjadi hambatan utama bagi perjanjian damai yang komprehensif di Timur Tengah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal