Profil Charlie Kirk, Aktivis Muda Pendukung Trump yang Ditembak Mati saat Diskusi di Kampus

Zulhilmi Yahya
Charlie Kirk, aktivis muda konservatif sekutu dekat Donald Trump ditembak mati (Foto: AP)

Usahanya untuk melanjutkan studi di West Point, akademi militer elite AS, gagal karena tak lulus.

Kirk mengaku minder saat debat dengan mahasiswa dan akademisi tentang topik-topik esoteris seperti postmodernisme karena ketiadaan gelar sarjana. Namun faktanya, dia seorang pembicara yang andal serta ulet. 

Kirk kerap berkeliling AS, berbicara di acara-acara Partai Republik, Tea Party, sehingga namanya populer di kalangan gerakan ultra-konservatif. Dia kjuga sering mengikuti bincang-bincang di radio konservatif dan memiliki jutaan pengikut di media sosial.

Kirk juga pernah berpidato di Oxford Union awal tahun ini. Kemudian pada 2020, menulis buku terlaris, The Maga Doctrine, merujuk pada kampanye Trump, Make America Great.

Namun, status agama Kristen evangelis serta latar belakang keluarga, di mana dia menikah dengan mantan Miss Arizona hingga memiliki dua anak, menjadi pusat perhatian. Banyak orang memandang Kirk sosok yang bisa sangat memecah belah di kalangan konservatif.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal