Pisah dari Georgia, Ossetia Selatan Bakal Bergabung Jadi Bagian Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden keempat Ossetia Selatan yang memisahkan diri dari Georgia, Anatoly Bibilov, berjabat tangan dalam pertemuan di kediaman negara Novo-Ogaryovo di luar Moskow, Rusia, 14 November 2017. (Foto: Reuters)

Pemimpin Ossetia Selatan yang didukung Rusia, Alan Gagloev, tahun lalu menyatakan harapan bahwa wilayah tersebut dapat secara resmi dimasukkan ke dalam Rusia.

Ossetia Selatan memisahkan diri dari pemerintahan Georgia dalam perang pada 1991–1992 yang menewaskan ribuan orang. Wilayah tersebut mempertahankan hubungan dekat dengan wilayah tetangganya di Rusia, Ossetia Utara.

Mayoritas penduduk Ossetia Selatan secara etnik berbeda dari orang-orang Georgia. Mereka juga berbicara dalam bahasa mereka sendiri, yang masih serumpung dengan Bahasa Farsi (Persia).

Hampir seluruh penduduk Ossetia Selatan telah menerima paspor Rusia. Mereka juga menggunakan rubel Rusia sebagai mata uang, dengan perekonomian bergantung pada Moskow.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
3 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
4 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
4 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal