Pertama Kali, Perempuan Lajang China Gugat Larangan Pembekuan Sel Telur

Anton Suhartono
Teresa Xu (kanan) (Foto: SCMP)

Teresa mengatakan sidang berikutnya akan digelar pada Januari, namun tanggalnya belum diumumkan.

"Saya masih berharap dalam kasus ini. Bahkan jika kalah saya merasa prosesnya lebih penting daripada hasil," tuturnya.

Sebagian besar perempuan belum menikah juga dilarang mengakses teknologi reproduksi bantuan termasuk bayi tabung (IVF) atau bank sperma.

Ini mengingatkan saat Partai Komunis mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui kebijakan satu anak. Namun saat ini Pemerintah China justru berupaya meningkatkan angka kelahiran. Setiap pasangan diperbolehkan memiliki dua anak sejak 2016.

Tingkat pernikahan di China menurun selama 5 tahun terakhir, diperparah dengan rendahnya tingkat kesuburan, bahkan termasuk yang terendah di dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bukan Sekadar Belanja, Bazar Fashion Kini Jadi Ruang Bertumbuh bagi Perempuan

57 tahun lalu

Menkeu Purbaya bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa?

57 tahun lalu

China akan Bangun Pusat Padi di Papua, Tingkatkan Produksi Beras

57 tahun lalu

Surplus Produksi, Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal