Pertama Kali, Perempuan Lajang China Gugat Larangan Pembekuan Sel Telur

Anton Suhartono
Teresa Xu (kanan) (Foto: SCMP)

Perempuan 31 tahun yang bekerja sebagai editor lepas itu juga mengirim surat ke anggota parlemen China, berharap masalah pembatasan reproduksi yang dialami perempuan belum menikah dapat diangkat di forum legislatif pada Maret 2020.

Menurut Teresa, banyak teman-temannya yang menunda pernikahan mencari pilihan di luar negeri untuk membekukan sel telur mereka, meski harus merogoh biaya besar.

"Banyak perempuan berusia 30-an mengalami tekanan besar untuk menikah dan punya anak. Tapi banyak yang tidak ingin melakukannya karena khawatir karier mereka akan mandek atau akan menghadapi diskriminasi di tempat kerja," katanya.

Teresa mengungkap, untuk pembekuan sel telur di luar negeri membutuhkan biaya 100.000 yuan atau sekitar Rp200 juta di Thailand dan sekitar 200.000 yuan atau sekitar Rp400 juta di Amerika Serikat. Sementara di China cukup 20.000 yuan saja.

Sidang berlangsung sekitar 1 jam, menurut sebuah pernyataan di akun media sosial Pengadilan Rakyat Chaoyang, Beijing.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Nasional
1 hari lalu

Hasil Survei Indikator: TNI Masih Jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, MK Masuk 5 Besar

Internasional
3 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
4 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal