“Mereka baru saja menyelesaikannya. Mereka membuatnya sesuai untuk seorang presiden. Ini berarti keamanan dan semua fitur tambahan telah mereka pasang. Hal-hal yang sangat kompleks, tapi ini benar-benar luar biasa,” katanya.
Sejak diserahkan ke AS tahun lalu, pesawat yang awalnya dilengkapi interior super-mewah untuk para anggota kerajaan Qatar itu mengalami modifikasi besar-besaran untuk memenuhi standar keamanan serta penggunaannya oleh presiden.
Trump juga membela keputusannya menerima hadiah tersebut. Dia menolak anggapan ketidakpantasan menerimanya dari Qatar dengan mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk memodifikasi pesawat jauh lebih kecil dibandingkan dengan cara lain.
“Terus terang, kita tidak bisa membangun pesawat seperti ini karena kita tidak mau mengeluarkan uang sebanyak itu. Mereka (Qatar) mengeluarkan uang yang sangat banyak,” kata Trump.
Namun Air Force One tersebut hanya berfungsi sebagai pesawat kepresidenan sementara sampai Boeing mengirim dua pesawat baru yang dirancang khusus. Diperkirakan pesawat pesanan Gedung Putih itu akan rampung dalam 2 tahun mendatang.