Perang Semakin Sengit, Pemerintah Myanmar Larang Para Pria ke Luar Negeri

Anton Suhartono
Pemerintah junta Myanmar melarang para pria ke luar negeri untuk bekerja menyusul perang melawan kelompok minoritas di perbatasan (Foto: Reuters)

BANGKOK, iNews.id - Pemerintah junta Myanmar melarang para pria ke luar negeri untuk bekerja. Aturan ini diberlakukan terkait perintah wajib militer terhadap pria berusia 18 hingga 35 tahun.

Myanmar menghadapi pemberontakan sengit di perbatasan dengan beberapa negara seperti Thailand dan India. Kelompok minoritas memukul mundur bahkan menguasai sebagian wilayah di perbatasan.

Larangan yang diberlakukan sejak Kamis (2/5/2024) ini untuk mengantisipasi laki-laki dengan usia wajib militer kabur ke negara lain dengan alasan bekerja. Banyak warga Myanmar bekerja di negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Pemerintah memberlakukan perintah wajib militer sejak Februari 2024, setelah mengalami kekalahan melawan kelompok separatis beberapa bulan sebelumnya. Sejauh ini hampir 100.000 laki-laki mengajukan izin tak bisa mengikuti wajib militer dengan alasan bekerja di luar negeri. Selain laki-laki, wajib militer juga diberlakukan bagi perempuan berusia 18 hingga 27 tahun.

Para pemuda Myanmar mengungkapkan keputusasaan mereka bisa keluar dari negaranya. Seorang pria 32 tahun yang siap berangkat ke Jepang mengaku terpukul dengan aturan itu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
7 hari lalu

Tolak Dikirim Perang, Ratusan Yahudi Ultra-Ortodoks Serbu Rumah Kepala Polisi Militer Israel

Megapolitan
9 hari lalu

Pria yang Disiram Air Keras di Bekasi Meninggal Dunia, Sempat Jalani Operasi

Megapolitan
11 hari lalu

Viral 2 Pria Ribut di KRL Lintas Bogor, Diduga Dipicu Pelecehan

Internasional
21 hari lalu

Kapal Tenggelam di Laut Andaman, 250 Pengungsi Muslim Rohingya Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal