Perang Semakin Sengit, Pemerintah Myanmar Larang Para Pria ke Luar Negeri

Anton Suhartono
Pemerintah junta Myanmar melarang para pria ke luar negeri untuk bekerja menyusul perang melawan kelompok minoritas di perbatasan (Foto: Reuters)

"(Semua orang) Telah kehilangan harapan untuk masa depan," kata pria yang meminta identitasnya disembunyikan tersebut kepada BBC Burma, dikutip Sabtu (4/5/2024).

“Tidak ada peluang kerja di dalam negeri dan sekarang mereka melarang kami meninggalkan negara ini. Apa kita tidak boleh melakukan apa pun?" katanya.

Ko Phyo, pria 28 tahun asal Naypyitaw, mengatakan perintah dewan militer soal wajib militer memupus harapan generasi muda untuk memiliki prospek kerja.

Meski demikian sebagian pemuda yang nekat melakukan cara apa pun untuk keluar Myanmar. Puluhan ribu anak muda meninggalkan negara mereka sejak Februari, kebanyakan keluar menuju Kota Mae Sot di Thailand.

Sejak menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi dalam kudeta pada 2021, junta militer menghadapi pemberontakan dari beberapa kelompok minoritas hingga memicu perang saudara besar-besaran. Data PBB menyebutkan, perang telah merenggut ribuan nyawa dan membuat sedikitnya 2,6 juta orang mengungsi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
7 hari lalu

Tolak Dikirim Perang, Ratusan Yahudi Ultra-Ortodoks Serbu Rumah Kepala Polisi Militer Israel

Megapolitan
9 hari lalu

Pria yang Disiram Air Keras di Bekasi Meninggal Dunia, Sempat Jalani Operasi

Megapolitan
11 hari lalu

Viral 2 Pria Ribut di KRL Lintas Bogor, Diduga Dipicu Pelecehan

Internasional
21 hari lalu

Kapal Tenggelam di Laut Andaman, 250 Pengungsi Muslim Rohingya Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal