Pengakuan Dokter Lebanon Rawat Korban Bom Pager: Banyak Bola Mata yang Harus Diangkat

Ahmad Islamy Jamil
Warga Lebanon menyumbangkan darah mereka untuk kebutuhan perawatan pasien korban ledakan massal pager di seluruh penjuru negeri itu, Selasa (17/9/2024). (Foto: AP)

BEIRUT, iNews.id - Seorang dokter Lebanon mengungkapkan kondisi mengerikan saat merawat para korban ledakan massal bom pager di negara itu, baru-baru ini. Dia mengatakan, kasus yang ditanganinya di rumah sakit pascaledakan tersebut menjadi salah satu yang terburuk yang pernah dilihatnya.

"Itu adalah salah satu mimpi buruk paling buruk, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi semua (petugas medis) di Beirut dan di seluruh Lebanon," kata Dr Elias Warrak kepada Alarabiyah dalam sebuah wawancara, Kamis (19/9/2024).

Operasi Israel yang menyasar alat telekomunikasi di seluruh penjuru Lebanon berlangsung selama dua hari, Selasa (17/9/2024) dan Rabu (18/9/2024). Sejumlah pager dan walkie talkie yang digunakan para anggota dan pejuang Hizbullah meledak di tangan, saku celana, dan bagian lain di tubuh mereka. 

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya 37 orang tewas, dan hampir 3.000 lainnya terluka. Mayoritas korban diyakini adalah anggota atau pejuang Hizbullah, namun ada juga sejumlah kematian dan korban sipil.

Dokter Elias Warrak. (Foto: balamand.edu.lb)

Warrak, adalah dokter spesialis mata yang bekerja di Rumah Sakit Universitas Mount Lebanon di Ibu Kota Beirut. Dia mengatakan, ada banyak kasus mata pasien korban ledakan yang rusak parah. Dalam sebagian besar kasus tersebut, satu dari dua mata tidak dapat diselamatkan. Warrak dan para dokter lainnya pun terpaksa mengangkat mata sejumlah besar pasien.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan sebanyak (pasien) yang kami bisa," tuturnya.

Pager-pager di Lebanon dikirimi pesan dan bunyi bip yang diduga berasal dari perangkat mata-mata Israel. Beberapa detik kemudian, alat telekomunikasi tersebut meledak di seluruh negeri. Beberapa laporan menunjukkan pager di Suriah dan Irak juga diledakkan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak

Internasional
4 hari lalu

Libatkan Ribuan Tenaga Medis, Global Sumud Flotilla Akan Bergerak ke Gaza dari Laut dan Darat

Internasional
4 hari lalu

Nah, Netanyahu Mulai Waswas dengan Kemajuan Militer Mesir

Internasional
4 hari lalu

Mantan Menhan Israel Sebut Pemerintahan Netanyahu Tak Bisa Pengaruhi Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal