"Para saksi mata mengonfirmasi, personel RSF memilih perempuan dan anak perempuan dan memerkosa mereka di bawah todongan senjata," ujarnya.
Para pemberontak juga memaksa para pengungsi tersisa, sekitar 100 kk, untuk meninggalkan lokasi di tengah penembakan dan intimidasi.
Presiden Komite Palang Internasional (ICRC) Mirjana Spoljaric mengatakan, pelanggaran di El Fasher tidak bisa dibenarkan.
"Kehidupan di Sudan kini bergantung pada tindakan yang kuat dan tegas untuk menghentikan kekejaman ini," ujarnya.