PBB Ungkap Pemberontak RSF Sudan Bantai Ratusan Warga Sipil di Kota El Fasher
Seorang saksi mata menggambarkan pembunuhan ratusan orang oleh para pemberontak. Mereka meneriakkan hinaan rasial sambil menembaki orang-orang yang dikumpulkan terlebih dulu di lapangan.
Seorang komandan senior RSF menyebut, laporan pembunuhan massal tersebut dibesar-besarkan atau menjadi "eksposur media" oleh tentara pemerintah untuk menutupi kekalahan atas El Fasher. Namun pimpinan RSF memerintahkan penyelidikan atas pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya. Mereka mengklaim telah menangkap beberapa personel RSF yang melakukan tindakan di luar perintah pimpinan.
Puluhan ribu meninggalkan kota tersebut untuk menghindari kekejaman RSF yang juga rasis.
Beberapa saksi mata mengungkap kekejaman di El Fasher. Para pengungsi harus berjalan kaki selama 3 atau 4 hari ke Kota Tawila.
Magango juga menerima kesaksian dari para pekerja bantuan, setidaknya 25 perempuan diperkosa beramai-ramai oleh para pemberontak RSF di tempat penampungan pengungsi di dekat sebuah kampus.