PBB Gelar Voting Sanksi Baru untuk Korut, Jika Disahkan Kim Jong Un Terancam Tak Bisa Merokok Lagi

Anton Suhartono
Dewan Keamanan PBB akan menggelar voting untuk menentukan apakah akan menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Korut atau tidak (Foto: Reuters)

China tampaknya akan mem-veto resolusi AS itu karena dianggap tidak akan menyelesaikan masalah apa pun.

"Kami menganggap resolusi seperti yang diusulkan oleh AS ini tidak akan menyelesaikan masalah apa pun," kata seorang juru bicara misi China di PBB, seraya menambahkan negaranya mengusulkan agar Dewan Keamanan mengadopsi pernyataan ketimbang membuat resolusi sanksi, dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan, AS sebenarnya tahu cara terbaik untuk meredakan eskalasi, namun tak menyetujuinya. Menurut dia, AS harus bersikap lebih tulus dan fleksibel untuk menyelesaikan masalah ini dan menginginkan adanya terobosan dengan Korut.

Sementara itu Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan akan menunggu draf akhir yang diusulkan AS sebelum berkomentar. Namun dia tak yakin sanksi yang lebih keras ini mempan untuk menghukum Korut.

Di antara sanksi terbaru itu adalah larangan ekspor tembakau dan fasilitas pembuatan rokok ke Korut. Diketahui pemimpin Korut Kim Jong Un merupakan perokok berat. Dia terlihat sedang merokok dalam beberapa kesempatan, bahkan di acara penting kenegaraan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi

57 tahun lalu

Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran

57 tahun lalu

Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal