PBB Gelar Voting Sanksi Baru untuk Korut, Jika Disahkan Kim Jong Un Terancam Tak Bisa Merokok Lagi

Anton Suhartono
Dewan Keamanan PBB akan menggelar voting untuk menentukan apakah akan menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Korut atau tidak (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Dewan Keamanan PBB akan menggelar voting pada Kamis (26/5/2022) waktu New York, Amerika Serikat, untuk memberikan sanksi lebih keras kepada Korea Utara (Korut) atau tidak. Voting ini digelar setelah Korut menembakkan tiga rudal pada Rabu (25/5/2022) dalam uji coba ke-17 negara itu sepanjang 2022. Salah satu proyektil yang ditembakkan diyakini sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17.

Rancangan resolusi yang diusulkan AS untuk di-voting itu dianggap bisa lebih membatasi kemampuan Korut dalam mencapai kemajuan pengembangan senjata pemusnah massal (WMD) serta program rudal balistiknya.

Seorang pejabat AS mengatakan, resolusi juga mencantumkan bantuan kemanusian kepada rakyat Korut yang saat ini sedang dilanda wabah Covid-19 parah.

Korut telah dijatuhi berbagai sanksi oleh PBB sejak 2006. Sejak itu Dewan Keamanan dengan suara bulat terus menambahkan sanksi seiring berlanjutnya uji coba persenjataan. Namun belakangan ini China dan Rusia mendorong pelonggaran sanksi terhadap Korut dengan alasan kemanusiaan. 

Resolusi itu akan disetujui jika mendapat dukungan setidaknya sembilan suara dan tidak ada satu pun yang mem-veto. Seperti diketahui lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB memiliki hak veto yakni Rusia, China, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

China tampaknya akan mem-veto resolusi AS itu karena dianggap tidak akan menyelesaikan masalah apa pun.

"Kami menganggap resolusi seperti yang diusulkan oleh AS ini tidak akan menyelesaikan masalah apa pun," kata seorang juru bicara misi China di PBB, seraya menambahkan negaranya mengusulkan agar Dewan Keamanan mengadopsi pernyataan ketimbang membuat resolusi sanksi, dikutip dari Reuters.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Trump Habis Kesabaran, Menlu Iran: AS Tak Serius Negosiasi

Internasional
13 jam lalu

Uni Emirat Arab Bantah Serang Iran: Kami Negara Berdaulat!

Internasional
14 jam lalu

Peringatan Keras Iran kepada UEA: Israel Tak Akan Bisa Melindungi

Internasional
15 jam lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal