"Kami berharap mata uang Turki, untuk kesejahteraan warga Turki, akan membaik," kata seorang turis lainya, Khalid AL Fahad.
"Namun dalam waktu bersamaan, kami berharap sebagai turis, nilai lira akan tetap seperti sekarang ini."
Pada Senin (13/8/2018), Erdogan kembali menyatakan turunnya nilai tukar lira tidak berkaitan dengan alasan ekonomi. Dia menuding AS menusuk dari belakang karena menjatuhkan sanksi ekonomi terkait penahanan pastor Andrew Brunson di Turki.
Turki, kata dia, menjadi sasaran perang ekonomi.
"Perkembangan dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan Turki sedang dikepung. Jelas sekali serangan ini akan terus berlansung selama beberapa waktu," kata dia.
Erdogan berharap nilai tukar akan kembali ke tingkat rasional dan menyiapkan rencana untuk menanggulanginya.