Nah, Pemerintahan Trump Mulai Waswas Harga BBM Melonjak Dampak Serangan ke Iran

Anton Suhartono
Pemerintah Amerika Serikat mulai waswas dengan dampak serangan ke Iran, terutama harga minyak (Foto: AP)

Trump mengatakan akan melakukan cara apa pun untuk meredakan krisis. Namun dia yakin krisis tak akan berlangsung lama.

“Saya kira ada kemungkinan situasinya bisa jauh lebih buruk. Tapi ternyata tidak buruk dan akan segera berakhir,” katanya, dalam konferensi pers bersama PM Jepang Sanae Takaichi.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Israel mengatakan pada konferensi pers pada 19 Maret bahwa perang dapat berakhir “jauh lebih cepat daripada yang dipikirkan orang,” meskipun ia tidak memberikan jadwal waktu yang konkret.

Dia sesumbar Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium serta memproduksi rudal balistik, meski masih ada tugas untuk diselesaikan.

Pernyataan itu disampaikan setelah Iran menyerang fasilitas minyak dan gas di Israel, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Serangan itu sebagai balasan atas gempuran Israel terhadap ladang gas alam terbesar Iran, South Pars.

Serangan tersebut juga semakin mengguncang pasar energi global, yang telah terguncang oleh blokade Iran terhadap Selat Hormuz, jalur bagi sekitar seperlima minyak dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

AS Kendalikan Aset Iran Rp1.870 Triliun, Kalau Dicairkan Harus Dipakai Beli Pangan Produk Amerika

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal