Nah, Pemerintahan Trump Mulai Waswas Harga BBM Melonjak Dampak Serangan ke Iran

Anton Suhartono
Pemerintah Amerika Serikat mulai waswas dengan dampak serangan ke Iran, terutama harga minyak (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai waswas dengan dampak serangan ke Iran yang menyebabkan konflik meluas ke negara-negara Timur Tengah. Gedung Putih dilaporkan sedang mencari cara untuk meyakinkan warga AS di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) serta krisis energi.

Apalagi serangan terhadap ladang gas Iran oleh Israel yang dibalas dengan serangkaian serangan terhadap fasilitas energi di negara-negara Teluk pada Kamis (19/3/2026) semakin memperdalam harga minyak.

Harga minyak internasional melonjak sejak awal konflik pada 28 Februari, yakni hampir 50 persen dalam waktu kurang dari 3 pekan. Seiring kenaikan harga minyak mentah, harga bensin, solar, dan bahan bakar lain juga naik, mendorong kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari.

Per Kamis kemarin, harga rata-rata satu galon bensin di AS mencapai 3,88 dolar, naik dari 2,93 dolar sebulan sebelumnya. 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Fox Business, pemerintahan Presiden Donald Trump mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang telanjur dikirim, yakni sekitar 140 juta barel demi menurunkan harga.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

AS Kendalikan Aset Iran Rp1.870 Triliun, Kalau Dicairkan Harus Dipakai Beli Pangan Produk Amerika

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal